Berita Bangka Selatan
Pemkab Bangka Selatan Manfaatkan Layanan Angkutan Sampah
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terus menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) pada tahun 2025 ini.
TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terus menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) pada tahun 2025 ini. Caranya dengan mengoptimalkan jasa layanan angkutan sampah yang kini belum maksimal. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk meminimalisir tempat pembuangan sampah (TPS) liar.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun serta Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka Selatan, Gito Arsyad menyebut pihaknya telah membuka jasa layanan angkutan sampah bagi masyarakat di daerah itu. Pengoptimalan layanan tersebut dilaksanakan di wilayah Kota Toboali dan sekitarnya. Pendataan objek retribusi telah dilakukan mulai awal tahun 2024.
"Saat ini DLH Kabupaten Bangka Selatan terus berupaya meningkatkan retribusi dari layanan pengangkutan sampah," kata Gito Arsyad, Kamis (1/5).
Gito Arsyad berujar, pengoptimalan jasa layanan angkutan sampah bertujuan untuk meminimalisir masyarakat membuang sampah sembarang. Selain itu mampu meningkatkan PAD di tengah efisiensi anggaran.
Seiring dengan peningkatan target PAD, pihaknya terus melakukan pendataan. Sebelum nantinya masyarakat ditetapkan sebagai objek retribusi persampahan. Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan layanan ini bisa mendaftarkan secara offline maupun online melalui link https://forms.gle/RudywQenrji5Z9v76.
"Jasa layanan angkutan sampah sudah mulai tahun 2024, namun banyak masyarakat yang belum dapat informasi," jelas Gito Arsyad.
Penetapan retribusi tersebut mengacu terhadap kemampuan masyarakat itu sendiri. Utamanya berdasarkan besaran KWh atau sambungan listrik. KWh dapat diperhitungkan sebagai substitusi atau pengganti dalam penetapan tarif retribusi.
Misalnya untuk KWh 450 Watt akan digratiskan, KWh 900-2.200 Watt biaya retribusi sampah sebesar Rp15.000 per bulan. Kemudian untuk KWh dengan ukuran di atas 2.200 dan di atasnya disesuaikan, dengan nominal Rp20.000-Rp100.000 per bulan.
Untuk kategori Bisnis daya kWh listrik 450VA-5.500VA Rp35.000, 6.600VA-200KVA Rp40.000 dan di atas 200 KVA Rp45.000. Sementara sampah kategori fasilitas masyarakat milik swasta daya kWh listrik 220VA Rp120.000, 250VA-200KVA Rp135.000 dan daya kWh listrik di atas 200KVA Rp175.000.
"Untuk masyarakat yang bisa melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik juga akan digratiskan," ucapnya.
Menurut Gito Arsyad, hingga kini sudah banyak masyarakat yang mendaftarkan dan menggunakan jasa layanan angkutan sampah. Terutama masyarakat yang rumahnya sulit diakses mobil dan kesulitan membuang sampah.
"Kepada masyarakat kami imbau untuk tidak membuang sampah sembarangan. Jika memang kesulitan untuk membuang sampah bisa menggunakan jasa layanan angkutan sampah," pungkasnya. (u1)
| Kemendikdasmen Catat 4.638 Anak Bangka Selatan Tak Sekolah, Verifikasi Lapangan Belum Rampung |
|
|---|
| Terseret Kasus SP3AT Fiktif di Bangka Selatan, Pemkab Bekukan Status PNS Mantan Camat Lepar |
|
|---|
| Pencurian dan Narkotika Mendominasi, 2025 Kejari Bangka Selatan Tangani 206 Perkara |
|
|---|
| Desember 2025, Ada 837 Kasus ISPA di Bangka Selatan |
|
|---|
| Cuaca Ekstrem Intai Perairan Bangka Selatan, Tangkapan Nelayan Melonjak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/02012023dlh2.jpg)